Translate

Senin, 16 Juli 2012

Pantai Watu Dodol Banyuwangi

Liburan sekolah 2012 datang lagi...
Mulai sebelum liburan anak-anakku sudah heboh merencanakan liburan mereka. Pokoknya liburan tahun ini harus ke nenek di Banyuwangi lagi dan harus ke pantai. Akhirnya setelah satu minggu libur di rumah, tanggal 22 Juni 2012 kemarin kami berempat berangkat ke Banyuwangi membawa kendaraan sendiri.

Di Banyuwangi, anak-anak minta ke Pantai. Akhirnya berangkatlah kami ke Pantai Watu Dodol di daerah Ketapang Banyuwangi.

Nih...pantainya

Makan jagung di pinggir pantai

Aku terakhir kali ke pantai ini 4 tahun yang lalu, dan sekarang pantainya sudah berubah. Karena abrasi, pantai jadi menyempit, sehingga ruang untuk bermain air di pantai jadi sedikit. Akhirnya anak-anak nggak aku perbolehin untuk renang dan bermain air karena bahaya. Sama penjaga pantainya juga kita nggak boleh masuk ke air terlalu jauh. Bisa jadi 3 tahun lagi kalau nggak segera ditangani air laut akan mencapai jalan raya. Mungkin karena efek pemanasan global ya.... kan banyak gletser di kutub yang meleleh sehingga volume air laut jadi bertambah...hehehehe sok tau ya...
Kalau ketemu patung ini berarti udah nyampe di pantai watudodol



rebutan rujak manis....

 Cari keong ato uangnya ilang Len???


 Karena ga kesampaian naik perahu, jadi ikut dorong perahu aja....wkwkwkwkwk


Jadi setelah main air bentar... 1 jam, kita balik ke rumah nenek... yang penting anak-anak dah kesampaian main di pantai hehehe

Esok harinya, kita main air lagi, kali ini ke kolam renang mata air Umbul.

Peace... atao threece ?? hehehe



Setelah puas berenang, balik lagi ke rumah nenek...lanjut main pasir, main lumpur, kemah-kemahan, main sepeda....liburan sekolah ala anak-anak.

 Main engklek... (jadi inget jaman SD dulu)

 Koboi cilik didepan kemah-nya

 Lagi meeting di dalam kemah

Lagi ngapain Pa ??? Ga pernah macul di kota, jadi kangen ya..??



Tahun depan kalau libur sekolah ke sini lagi ya ma ???
Oke deh... Dadahhhhhhh

Jumat, 06 Juli 2012

Penang the Herritage City & Singapore

Bulan kemarin, May 2012 tepatnya tanggal 10 May s.d 14 May aku berdua dengan adikku Luci backpacking ke Penang dan Singapore. Pengalaman baru buatku, karena biasanya jalan rame-rame dengan rombongan teman-teman. Ini adalah pengalaman pertama pergi ke Penang dan ketiga kalinya ke Singapore.

Kenapa Singapore aku kunjungi lagi kali ini ??? Karena menurutku Singapore itu kota yang selalu membangun dan berkembang, jadi pasti ada saja hal baru yang bisa dilihat dan dinikmati di sana. Dan sekalian mau reunian sama teman-teman yang ada di sana.

Penerbangan Surabaya Penang ditempuh selama tiga jam, dan pukul 19.20 waktu Penang (selisih 1 jam dengan Surabaya) sampailah kita berdua di bandara Penang. Setelah cek imigrasi, langsung kita keluar mencari halte bis. Karena bandaranya kecil jadi mudah sekali nyari halte bis ini. Rencananya kita mau beli tiket terusan yang untuk 1 minggu, tapi ternyata setelah tanya di bagian informasi bandara, untuk beli tiket terusan ini hanya bisa di terminal tertentu seperti di Komtar atau di Jetty, yang di bandara sudah nggak ada lagi. Jadi karena uang ringgit kita nggak ada yang pecahan terpaksa deh kita beli air mineral biar uang kita pecah, karena kalau naik bis di Penang harus pakai uang pas, sopir nggak akan menyediakan uang kembalian karena semua uang pembayaran langsung masuk kotak pembayaran. 2 botol air mineral besar totalnya RM9 (lumayan mahal karena di bandara). Untungnya penjualnya ngerti kalau kita memang butuh uang receh, jadinya kita dikasih kembalian recehan semua….hahahaha
Setelah dapat uang receh, kita kembali ke halte bus dan menunggu bus yang ke arah Komtar. Akhirnya kita naik bis no. 401E, bayarnya RM2.7 per orang.

Dari Bandara Penang ke Komtar kira-kira setengah jam. Dari Komtar kita bingung arah, meskipun ada peta, mencari jalan Burma (tempat nginep kita di Tune Hotel, jalan Burma no. 100) ke arah mana ya... Nanya ke seorang pemilik toko orang Chinese, dia ga bisa bahasa Inggris atau melayu, nanya orang India kita kagak mudeng dia ngomong apa, akhirnya pakai bahasa isyarat, ya udahlah sementara kita ikuti aja. Pas nyampe di perempatan tambah bingung lagi, harus ambil yang mana..?? kiri, kanan atau lurus kagak ada petunjuk jalan sama sekali.  Akhirnya berdasarkan feeling kita ke kiri dan ternyata salah…hahahaha. Akhirnya ada bapak bapak penjaga parker, orang Chinese tapi bisa bahasa Inggris yang nunjukin kita jalan, Puji Tuhan. Ternyata setelah ngikutin petunjuk bapak tadi ehhhh ga pake lama langsung keliatan tuh gedung merah putih-nya Tune Hotel, langsung lega…hehehehe.
Komtar Building, the tallest building in Penang
Tune Hotel, Red & White Building

Tune Hotel ada di Jalan Burmah nomor 100

di sebelah Tune ada Starbucks Coffee

 Setelah check-in, masuk kamar, pengennya mandi..eh ternyata aku ga bawa peralatan mandi lengkap (kok bisa lupa ya..), akhirnya turun bentar ke 7/11 di bawah beli sabun muka, bedak bayi sama sekalian beli air mineral sama vitamin C.
Habis mandi, langsung bobok….
Hari kedua :
Hari ini kita rencana-nya mau ke Penang Hill, Kek Lok Shi temple, keliling George town, Batu Feringghi, Gurney Drive dan ke temple di jalan Burmah.
Kita berangkat dari hotel jam 7 pagi, dan ternyata ketika kita keluar hotel keadaan diluar masih gelap gulita kayak jam 4 paginya di Indonesia dan jalanan sepiiii banget, walah ternyata kita kepagian hahahaha… Dan ternyata, baru pagi ini kita menemukan petunjuk arah jalan Burma yang tersembunyi di balik tiang listrik….wkwkwkwk

Sejarah Jalan Burma


Jam 7 pagi di Penang.... kayak jam 5 pagi di Indonesia

 
Kita langsung menuju ke halte bis di dekat Komtar, dan karena masih pagi bis yang ke arah penang hill masih jarang, kita nunggu sampai 1 jam lebih. Sampai kita nanya ke sesama penunggu bis di halte apa benar ini halte untuk nunggu bis ke penang hill, dan emang benar nunggunya di situ tapi karena masih pagi masih jarang bis yang ke arah sana. Jam 8.30 kita baru dapat bis. Naik bis nomor 204 RM2, kita menuju Penang Hill.


inside the bus


Sampai Penang Hill, langsung beli tiket Furni Train seharga RM30 per orang. Aku merasa ini kemahalan sih... tapi demi pengalaman berharga (weks) akhirnya tetep beli juga. Padahal kalau warga Malaysia cuma bayar RM5 lho... (hadew...bedanya jauh banget... merasa jadi turis kalau begini..hehehehe) 


salah satu poster tentang Penang Hill lengkap dengan gambar Furni Train-nya

 
ticket Furni Train

Tapi emang ternyata nggak rugi bayar mahal (padahal dalam hati tetep nggondok karna mahal..), karena ditebus dengan pemandangan indah dari dalam kereta miring ini.



Nih kereta miring-nya...

di dalam kereta..

 jalur kereta.... naik terus... melewati terowongan dan 2 perhentian sebelum perhentian terahkhir di Bukit Bendera


Bukit Bendera

 ternyata Bukit Bendera terletak di Jalan Tuanku Yahya Petra


Pemandangan dari atas Bukit Bendera

 kalau nggak kepengin capek, bisa sewa kereta golf ini sudah plus supir untuk mengitari Bukit Bendera. Cukup RM30 bisa untuk 5 orang..., tapi kita pilih jalki aja alias jalan kaki (ngirit...) hehehehe

 Bisa melihat pemandangan dengan teropong, tapi siapkan koin 2x50c

 Temple of Murugan, temple Hindu di atas Bukit Bendera. Disebelahnya ada masjid juga

 Fresh & Clean

 Siaaaappp... tembak... dorrr

 Ada Bird Park juga, bayar RM5 masuknya

Ada botanical garden, tapi lumayan jauh kalo jalan kaki

Dari Penang Hill, kita naik bis lagi turun ke Kek Lok Shi temple, temple dewi Kuang In terbesar se Asia. Sebenarnya kalau mau jalan kaki dari Penang Hill ke temple ini bisa karena dekat banget, tapi kita mau menghemat waktu dan tenaga. Turun di Pasar Air Itam kita naik ke temple, dan ini benar2 naiiiiiikkkk puncak temple...hehehehe, karena emang jalannya mendaki terus, dan sepanjang jalan mendaki banyak orang jualan souvenir, baju, dll. Tapi kita udah ga sempat liat liat karena ngos-ngosan mendaki...hehehehe



kita masuk dari pelataran parkir yang banyak patung-patungnya. Nih temple dilihat dari lapangan parkir yang amat sangat luar binasa panasnya...

 jangan lihat penampilan luar gedung, lihat dalamnya aja, luarnya kayak nggak terpelihara dan kumuh banget

Sampai di atas langsung deh foto-foto, dan kemudian beli tiket inclining lift. Kalau mau lihat patung Kuang In yang gedhe itu harus beli tiket lift ini RM4, kecuali kalau mau mendaki terus dan napasnya panjang ya ga apa-apa (^_^))


 Wishing ribbon... tinggal pilih pengin kaya, sehat, jodoh, rejeki, dll...ada semua. RM1 untuk pita kecil. Gantungkan di tempat yang disediakan trus doa ya.... (tetep doa yang paling ampuh kan..)


ini yang paling aku seneng..hihihihi...

 lilin-lilin untuk berdoa




 tiket incline lift untuk menuju patung dewi kwan in

 rel inclining lift

 Dewi Kwan In
(yang mana ??? yang kaos pink ??? haaaahhh???)



 hallo teman lama.... jumpa lagi disini

 pemandangan dari atas temple

 memandang....

Setelah puas foto-foto kita langsung meluncur turun lagi, melewati para pengemis yang berjejer minta donasi.

Dari Pasar Air Itam kita naik bis 204 balik ke Komtar. Sampai di halte dekat Komtar, kami langsung naik free suttle bus CAT Free yang disediakan oleh pemerintah kota Penang untuk para turis berkeliling kota tua Georgetown. Karena bingung mau memulai dari mana, akhirnya kami naik dan melihat-lihat satu putaran dulu, dan akhirnya turun di halte depannya St. George Church, karena di sekitar situ banyak spot-spot gedung tua peninggalan belanda. Dari sana, kita jalan terus sepanjang Georgetown sampai di dekat pantai (nggak tau namanya), kemudian ke benteng tua Fort Cornwalis, kemudian ke clock tower. Sambil jalan kita beli buah-buahan seperti nangka, plum, nanas, jambu dll di pedagang kaki lima yang ada disekitar Georgetown.

St. George Church


Gedung balai kota
Buah yang dijual di mobil pick-up, cukup menyegarkan disaat cuaca sangat paaaannnaassss..



 Bangunan-bangunan tua di daerah Georgetown sangat terpelihara. Nggak salah kalo UNESCO sampai menganugerahi sebagai Herritage City


 Benteng tua di sudut kota Georgetown



 Tepi pantai

Narsis sambil nunggu bus di halte....eeee...si bule ikutan sadar kamera....wkwkwkwk

Setelah puas foto-foto, kita balik lagi ke Komtar naik CAT Free suttle bus untuk melanjutkan ke Batu Feringghi.
Dari Komtar ke Batu Feringghi naik bis 101 sekitar setengah jam perjalanan. Karena pas siang hari ditambah sejuknya AC di dalam bis jadinya terkantuk-kantuk di dalam bis…hehehehe
Kita turun di depan Shanggrila hotel di Batu Feringghi kemudian jalan mencari jalan masuk ke pantai tapi ga nemu-nemu, sampai akhirnya kita balik lagi ke sekitar hotel Shangrila dan akhirnya nemu gang kecil dan kita nekat aja masuk ke situ, karena gang tersebut kayaknya jalan masuk ke sebuah restoran makanya kita ga yakin. Ternyata setelah masuk gang tersebut, ketemulah kita dengan pantai-nya. Ternyata memang di Batu Feringghi ini dipinggir-pinggir pantainya dipenuhi dengan café dan restaurant, sampai-sampai pantainya nggak keliatan dari jalan, padahal deket banget dengan jalan raya.

 Batu Feringghi Beach


Karena masih sore, sekitar jam empat, jadi suasana pantai belum ramai, café dan restaurant belum banyak yang buka, sebagian masih dalam persiapan. Demikian juga night market yang biasa buka di sepanjang jalan raya Batu Feringghi juga belum ada yang buka sama sekali. Menurut info, night market baru buka jam 5 sore. Akhirnya daripada nunggu bengong 2 jam di situ, kita putuskan balik saja dan mending ke jalan burmah untuk lihat temple tempat slepping Budha.
Dari Batu Feringghi naik bis 101 lagi dan turun di pos polisi di jalan Burmah. Dari pos polisi jalan sekitar 100 meter langsung deh ketemu temple sleeping Budha-nya. Tapi sungguh sayang, karena kita sampai sana sudah jam 5 lebih, jadi main hall temple-nya udah tutup..hiks.. (Budha-nya udah tidur beneran...hehehehe..maap...bercanda)
Jadi kita cuma bisa foto Budha tidurnya dari luar pagar besi tempat ibadahnya saja, dan foto-foto di pelatarannya. Pelatarannya buka sampai jam 6 sore.







jam berkunjung

Di depan temple Sleeping Budha ada temple juga, dan menurutku temple ini lebih indah (karena bling bling dari warna gold-nya itu lho..) dari temple sleeping Budha, yaitu Burmah temple. Kalau sleeping Budha adalah Thai temple dan unik serta jadi tempat kunjungan turis karena ada Budha tidur-nya itu. Dan ternyata mereka tutup pukul 5.30, tigapuluh menit lebih lambat dari Thai temple. Langsung deh kita cepet-cepet masuk karena keburu tutup, karena para biksu-nya udah pada bersih-bersih dan udah sepi banget nggak ada pengunjung.





Setelah puas foto-foto di dalam dan sekitar temple, kita putusin balik dulu ke hotel untuk mandi segerin badan trus nanti lanjut ke Gurney Drive untuk wisata kuliner. Pengennya nyobain Laksa Penang yang terkenal itu.
Karena Tune Hotel letaknya juga di jalan Burma, akhirnya kita ga jadi naik bis tapi jalan kaki aja karena kalau dilihat di peta juga deket banget. Disepanjang jalan Burma ini banyak banget café, resto, warung dan salah satunya menawarkan menu laksa Penang. Kita masuk ke resto tersebut yang ternyata adalah chinesse restaurant dan ternyata Laksa Penangnya belum ada, nanti malam katanya…. *kecewa*
Disepanjang jalan juga banyak gedung-gedung indah yang bagus untuk dijadikan objek foto. Jadi nggak rugi kita memutuskan jalan kaki.
Setelah kecewa dengan Chinese restoran tadi, kita nemu warung tenda yang rame banget pengunjungnya. Ternyata warung nasi bungkus *aka nasi lemak khas Malaysia* yang jual orang India. Kita berdua beli 2 bungkus nasi lemak + 2 gelas teh tarik, total harga 5 ringgit. Wah lumayan makan kenyang (meskipun nasi sedikit + ikan secubit + sambel, tapi cukuplah untuk porsi cewek, kalau cowok harus 2 atau 3 bungkus kali ye..) dengan harga murah meriah.

teh tarikkkkkk mang...

lumayan kenyang untuk ukuran cewek


Setelah kenyang, lanjut jalan lagi menuju hotel sambil terus foto-foto (dasar narsis ya…) karena sepanjang jalan Burmah ini banyak banget bangunan-bangunan keren untuk objek foto. Banyak gereja-gereja kecil dengan berbagai macam aliran, tapi kebanyakan di sini adalah Methodist Curch.





Sebelum nyampe hotel, kita ketemu dengan Giant supermarket yang persis di sebelah Tune hotel. Masuklah kita berdua kesitu untuk beli oleh-oleh cemilan. Kita beli kue beras (yang ternyata setelah sampe Indonesia kulihat “made in Thailand” – gapapa deh yang penting belinya kan di Penang….hehehehe), kacang Almond titipan teman, dan perment, habis sekitar 27 ringgit.
Keluar dari Giant supermarket ternyata sudah gelap (jam 8 malam). Begitu masuk hotel langsung deh terasa capeknya. Akhirnya kita putusin nggak usah ke Gurney Drive, udah capek, jadi bye bye kuliner Laksa Penang….kagak jadi deh…hiks, karena besok pagi-pagi sekali kita sudah harus berangkat ke bandara untuk terbang ke Singapura.
Pagi harinya, jam 5 pagi kita check-out dari hotel. Jalan 10 menit ke komtar dan nunggu bis 401E menuju bandara Penang. Ga pakai lama, langsung ada bis 401, bukan 401E lho ya... tapi petunjuk di depan bis ada tulisan airport. Kita nanya ke sopir, katanya memang lewat airport tapi ga masuk ke dalam, kita harus jalan masuk sendiri, tapi kalau nunggu 401E katanya masih lama. Ya sudah akhirnya kita  putusin naik bis ini aja deh, nanti kita jalan aja masuknya ke bandara, lagian masih pagi karena pesawat kita sekitar jam 9.30.
Ternyata setelah bis jalan bentar, bapak sopirnya ini  bilang ke kita kalau dia mau nganterin kita masuk ke bandara (thanks God, baik banget bapak ini....mungkin kasian liat kita kali ye...) tapi tiketnya nanti suruh kembalikan ke dia dan kita disuruh duduk dekat dia.


Ga sampai setengah jam kita sudah sampai di bandara dan tiketpun dikembalikan ke pak sopir, thank you pak sopir yang baik...hehehehe
Satu jam perjalanan dari Penang ke Singapura.
Setelah selesai masalah imigrasi, kita langsung menuju terminal 1 untuk naik MRT ke kota. Isi dulu kartu ez-link kita sebanyak SGD10, lalu langsung deh meluncur ke kota. Hari ini rencananya mau jalan-jalan aja disekitar clark quay dan marina bay kemudian lihat pertunjukan fountain of wealth di suntec city mall.

Sebelumnya kita check-in dulu di hostel yang udah kupesan lebih dulu lewat internet. Beary Good Hostel, sangat-sangat-sangat dekat dengan stasiun MRT China Town. Begitu keluar dari pintu exit A, jalan 5 langkah, lihat ke kiri atas, langsung kelihatan papan nama hostel berwarna biru. Hostel berada tepat di atas deretan toko penjual souvenir di China town tersebut. Ada pintu kaca kecil dan bel di depannya, pencet, pintu akan terbuka, dan masuklah kita ke dalam. Petugasnya ramah dan helpful banget. Untuk 2 orang 2 hari kami bayar SGD100 + SGD30 untuk deposit yang bisa diambil saat kita check-out.
Hostel terdiri dari 3 lantai (toko di lantai bawah ga aku hitung), dan kami dapat kamar di lantai 2. Sekamar ada 12 bed. Dan karena kami datangnya udah agak siang, jadi kamar sudah sepi, para penghuninya mungkin udah nyebar ke penjuru Singapura untuk jalan-jalan (^_^))

 Hostelnya dekat banget, cuma beberapa langkah dari pintu exit A MRT China Town

 Papan penunjuk tempat hostel, tepat berada diatas toko souvenir/baju


dalam kamar...

Setelah makan mie (bikin di hotel disebelum berangkat ke bandara), kita langsung jalan ke clarke quay, boat quay, merlion park, lalu ke gedung durian esplanade, jembatan baru yang kayak spiral (lupa namanya), masuk mall di marina, kemudian ke Olympic garden, trus naik MRT ke suntec city mall.







 sambil jalan, tidak lupa charge tenaga dengan jajanan & minuman...hehehehe




sayang ga bisa nonton... museumnya harry potter

Pas jam 8 malam ada pertunjukan wealth of fountain, pertunjukannya air mancur yang dipadu dengan music dan laser. Lumayan menghiburlah..



Sebelum pertunjukan berlangsung, kalau kita datang agak siang, kita bisa melakukan “ritual” mengelilingi air tsb 7 kali sambil memegan air mancur tsb dan menyebutkan permohonan/keinginan kita, katanya dengan melakukan “ritual” tsb maka keinginan kita akan terkabul hehehehe….. (percaya atau tidak terserah…))))
make a wish...

Selesai pertunjukan, kami menuju rumah temanku Una di daerah Ang Mo Kio untuk reuni kecil…hehehe (thanks Una & keluarga karena kami udah di jamu…, maap ga bawa oleh-oleh). Dan jam 11 malam kami kembali ke hostel, karena MRT terakhir adalah jam 11.30.
Malam ini kami tidur lelap, meskipun ada sedikit dengkuran di bed sebelah, tapi karna dah capek jadi ga keganggu sama sekali.

Pagi harinya, bangun jam 6 pagi dan masih gelaaaapppp banget, belum ada yang bangun sama sekali. Mandi lalu sarapan roti yang disediakan hostel, lalu langsung cabut jalan-jalan lagi. Hari ini rencana mau ke sentosa island kemudian belanja di bugis.

Kita naik MRT ke Vivo city untuk menuju ke sentosa island, sampai di Vivo City mall jam 8 pagi, belum ada toko yang buka dan jalan menuju ke sentosa island (Sentosa broadwalk) juga masih ditutup...hiks. Akhirnya kuputusin pergi ke rumah temenku yang satunya aja.

Setelah beli tiket pertunjukan Song of the Sea yang pertunjukan pertama, kami langsung balik ke stasiun MRT Harbour Front untuk menuju ke rumah temanku Deby. Thanks Deby dan keluarga kami dijamu sarapan lontong sayur (^_^)))

Jam 12 siang, setelah temu kangen dengan Deby, kami menuju ke Bugis market untuk belanja souvenir. Dan dasar cewek, sudah 3 jam meskipun panas, sesak tapi karna temanya adalah belanja jadi nggak kerasa panas, sesak dan capeknya hehehehe...

Habis belanja, makan durian dulu seharga SGD2...mmmmmm.... enak dan mantap rasanya, manis. Aku nggak tau durian dari mana, kalau nggak Thailand ya Malaysia kali.... ato malah dari Indonesia kali ye.... (jauh2 ke Singapura masak makan durian Indonesia..)

SGD2 isi empat biji... yang dua udah diemplok...nyam nyam nyam..

yummy..

Karena belanjaan lumayan berat, sebelum ke Sentosa kita mampir ke hostel dulu naruh barang bawaan. Itulah enaknya kalo penginapan deket dengan stasiun MRT, jadinya kalo mau mampir-mampir naruh barang jadi gampang.... pokoknya Beary Good Hostel recommended banget deh..

Masuk Sentosa kita lewat Sentosa broadwalk, dan seperti biasa...foto-foto narsis.


Seperti tahun lalu, cuma foto doang tapi ga mau keluarin duit buat masuk Universal Studio maupun di patung singa di Imbiah.






Malamnya nonton Song of the Sea, lalu balik hostel.



Pagi terakhir di Singapura, saat kami jalan-jalan di sekitar China town disambut dengan hujan yang lumayan deras, akhirnya kami balik ke hostel untuk check-out, lalu uang deposit sebesar SGD30 dibelanjakan...hahahahaha...

narsis didepan salah satu toko dekat hostel... (serasa di Jepang)

 Kuil di daerah China Town


 
 Beberapa bangunan kuno dan kuil yang ada di sepanjang China Town
Berikut adalah total pengeluaranku untuk perjalanan 2 hari Penang 2 hari Singapore. Kayaknya porsi terbesar adalah belanja...hahahaha... ga tahan sih.. pengennya beli mulu... (jadi malu..)))

Tanggal
Pengeluaran
RM
SGD
IDR
Day 1 Kamis
Airport Tax
       150,000.00
10-May-12
Taxi dari kantor ke Juanda
         70,000.00
Air Mineral (2 botol besar)
 RM        9.00
         27,450.00
Bus Airport - Komtar
 RM        2.70
            8,235.00
Biore, bedak, air mineral kecil
 RM      13.40
         40,870.00
Day 2 Jumat
Bus Komtar - Penang Hill
 RM        2.00
            6,100.00
11-May-12
Funicular Train
 RM      30.00
          91,500.00
Bus Penang Hill - Kek Lok Shi
 RM        1.50
            4,575.00
Inclining Lift di Kek Lok Shi
 RM        4.00
         12,200.00
Bus Kek Lok Shi - Georgetown
 RM        2.00
           6,100.00
Buah (RM1/buah)
 RM        7.50
          22,875.00
Minuman
 RM        2.00
            6,100.00
Bus Georgetown - Batu Feringghi
 RM        3.00
            9,150.00
Bus Batu Feringghi - Jalan Burma
 RM        3.00
            9,150.00
Nasi Lemak + Teh Tarik
 RM        2.50
            7,625.00
Beli oleh2 makanan di Giant
 RM      26.45
          80,672.50
Day 3 Sabtu
Bus Komtar - Airport
 RM        3.00
            9,150.00
12-May-12
Beli tempelan kulkas di bandara
 RM        3.00
            9,150.00
Tiket MRT
 SGD        10.00
         74,500.00
Es Krim Jagung
 SGD          1.00
            7,450.00
Bayar Penginapan (2 orang 2 malam)
 SGD      100.00
       745,000.00
Beli Es Krim potong + coca cola
 SGD          3.00
         22,350.00
Beli Kerupuk + Fruit Punch
 SGD          4.00
         29,800.00
Day 4 Minggu
Belanja (tas, accesoris, kaos, jam)
 SGD      150.00
     1,117,500.00
13-May-12
Durian
 SGD          2.00
         14,900.00
Tiket Song of The Sea
 SGD        10.00
         74,500.00
Day 5 Senin
Belanja (boneka, bantal mobil)
 SGD        30.00
       223,500.00
 14-May-12
Dibelanjakan di sana
 RM      115.05
 SGD      310.00
2,880,402.50
Beli online
Tiket Pesawat Surabaya Penang
      200,000.00
Beli online
Tiket Pesawat Penang Singapore
RM 69.00
            
       194,304.00
Beli online
Tiket Pesawat Singapore Surabaya
SGD               76.00
        527,556.28
Beli online
Tune Hotel Penang (2malam)
RM 106.84
            
       303,829.46
Total Beli Online
1,225,689.74



GRAND TOTAL
IDR 
4,106,092.24



Next trip kemana ya... mau cari tiket murah lagi ah... dadahhhhhh....