Translate

Sabtu, 31 Januari 2015

Pantai Pacitan

Kabupaten Pacitan yang mendapat predikat sebagai kota 1001 goa memang layak mendapat predikat tersebut karena saking banyaknya goa yang ada disana. Tapi kali ini aku hanya mengunjungi 1 goa saja yang paling terkenal disana yaitu Goa Gong. Selebihnya aku lebih explore ke pantai pantai yang ada di Pacitan.

Aku berangkat bersama rombongan sebanyak enam orang yaitu : Aku, Dien, Jias, Tata, Dian, dan Agil. Kita bawa mobil sendiri…thanks to Agil ^_^. Berangkat dari Surabaya pukul 12 malam dan tiba di Pacitan pukul 07.30 pagi. Ini adalah perjalanan yang paling mengocok perut dalam arti sebenarnya dan dalam peribahasa. Mengocok perut dalam arti sebenarnya memang perut kita benar-benar dikocok terutama saat hari kedua dimana kita mengunjungi pantai-pantai yang jalannya luar biasa parahnya, dan rombonganku kali ini gokil2 banget jadinya ga berhenti ketawaaaaa melulu…hahahahaha, terutama yang namanya Agil…gokil banget dan punya hobi kentut…OMG #tepokjidat. 

Di awal perjalanan si Agil nih udah bikin ngakak karena ga bisa nahan mo BAB…kentut terus sepanjang perjalanan, jadinya sampe mau nunut di rumah warga dan sama si warga ga dibolehin “mengotori” WC-nya…hehehehe…enggak ding, soalnya deket situ ada WC umum jadi sama warga ditunjukin tempat WC umum tersebut. Setelah puas nongkrong di WC umum, eehhhh dianya lupa nutup pintu belakang mobil, pas mobil udah jalan baru nyadar kalau pintu belakang belum ditutup…dan…sudah ada barang yang berhamburan….hahahahaha…untung ga sampe dilindas sama kendaraan lain, klo ga kan kasian Dian (yang tasnya jadi korban) ga bisa ganti baju…hehehehe…

Sorry ya Gil...jadi membahas tentang dirimu... :)


Nih barang bukti tas yang tergeletak di jalanan.... jadi kamu ga bisa mengelak lo Gil....

Tujuan kita kali ini ke Pacitan : Pantai Teleng Ria, Goa Gong, Pantai Klayar, Pantai Buyutan, Pantai Banyu Tibo, Sungai Maron, dan Pantai Ngiriboyo.
Tapi ternyata karena kesasar pas mau kearah Goa Gong, kita malah dapat tambahan Pantai Srau. Jadi sebenarnya ada 2 jalan menuju pantai-pantai tersebut, jalur luar atau jalur dalam. Kalau jalur dalam lebih sempit dan berkelok-kelok, tapi kalau jalur luar lebih lebar dan memutar tapi ada sebagian jalan yang masih rusak. Kita sih ga tau kita ini sebenarnya lewat dalam atau luar, pokoknya mengikuti jalan aja, trus kalau bingung nanya ke warga arah yang akan kita tuju.

Rumah Presiden SBY di Pacitan

Tepat setelah masuk kota Pacitan, di perhentian lampu merah...sebelah kanan jalan kita dapat melihat rumah presiden SBY. 


Berikut ini tempat-tempat wisata yang kita kunjungi selama di Pacitan :


Pantai Teleng Ria :
Tujuan pertama kita saat tiba di Pacitan. Pantai dengan pasir yang putih, cocok dijadikan jujugan di pagi hari, selain lokasinya di kota juga karena fasilitas toilet paling oke (selama di Pacitan) ada di sini. Selain itu mulai pagi jam 7 sampai sore jam 5 ada penjual seafood segar siap makan. Kita membeli bermacam-macam seafood dengan harga murah meriah dan dimakan dengan nasi putih hangat plus sambal bawang segar serta pemandangan pantai di depan kita....hhhmmmmm benar-benar nikmat. Kita sampai membungkus lagi lho nasi dan seafood-nya, dan ternyata ini adalah keputusan tepat karena di pantai-pantai berikutnya yang kita kunjungi sangat jarang ada penjual makanan, paling-paling dapat mie goreng atau rebus. Oiya untuk penjual seafood hanya jual seafood itu aja, ga pake jual nasi…jadi kita makannya di warung di depan penjual-penjual seafood tersebut pesan nasi putih+sambal dan minum.Untuk kita ber-enam sarapan sekaligus bungkus untuk makan malam hanya habis 150.000 rupiah.


Pantai teleng ria... bersih..tapi puanaaaaassss...
Deretan warung penjual seafood siap makan di pantai teleng ria



Pantai Srau :
Jalanan ke pantai Srau agak rusak, akan tetapi masih bisa dilewati tanpa membuat penumpang mabuk. Pantai berpasir putih ini sepi pengunjung tetapi pemandangannya bagus banget apalagi bila dilihat dari atas tebing yang ada di sana. Cobalah naik ke atas bukit tersebut dan dijamin ga nyesel. Kesan pantai sesuai gambaran kita waktu kecil, yaitu pantai dengan pasir putih, karang, kerang, dan nyiur melambai ada di pantai ini.

 


Pantainya terlihat kotor karena ranting2 pohon yang nggak dibersihkan


Goa Gong :
Dari Pantai Srau kita menuju ke Goa Gong, goa unik dengan stalakmit & stalaktit yang salah satu diantaranya bila dipukul bisa menimbulkan bunyi seperti gong. Dengan pintu masuk yang sempit kita tidak mengira akan menjumpai goa yang luas banget di dalamnya. Sayangnya pencahayaan di dalam kurang banget sementara kita harus berjalan naik turun tangga yang lumayan curam. Saranku sebelum memasuki goa mending menyewa senter, murah kok...cuma 5000 rupiah saja. Udara di dalam goa juga pengap banget karena pintu masuk yang kecil sedangkan ruangan goa penuh dengan orang. Keluar dari goa kita langsung membeli berbagai macam souvenir dari batu, yaitu cincin, gelang, kalung, bross, dan sebagainya. Makanan khas Pacitan juga banyak dijual disekitar goa ini, yaitu sale pisang, sale anggur (sale pisang tetapi dikemas seperti buah anggur), dan keripik pisang.









Pantai Klayar :
Dari Goa Gong kita langsung meluncur menuju pantai Klayar. Jalanan menuju kesana sebagian sudah beraspal dan sebagian lagi masih jalan tanah. Mungkin 1 atau 2 tahun lagi seiiring dengan makin terkenalnya pantai Klayar maka infrastrukturnya makin bagus..semoga.

beberapa area jalan menuju klayar yang masih dalam perbaikan
 
Di pantai ini banyak tersedia penginapan murah, mulai dari harga 100 ribu rupiah sampai dengan harga 300 ribu rupiah per-malam, tentunya dengan kondisi dan fasilitas mengikuti sesuai harganya. Dan enaknya mereka tidak membatasi jumlah orang yang bisa menginap di satu kamar, bahkan pemilik penginapan menyediakan tikar gratis (pengganti ekstra bed…hehehehe). Kalau tidak ingin mengeluarkan duit untuk sewa kamar, bisa kok tidur/kemah di pantai.

ini penginapan kita... 300 ribu dibagi 6 orang

bisa tidur disini juga, di pendopo di depan kamar, tikar disediakan
 



Keistimewaan pantai Klayar ini adalah seruling samudra, yaitu celah kecil di batu karang yang akan menyemburkan air disertai bunyi seperti suara seruling. Asyik banget nunggu saat-saat air tersebut muncrat untuk di foto. Kebetulan disana ada bapak penjaga yang memberi aba-aba kapan air akan muncrat dari lubang tersebut. Lokasi seruling samudra ini tidak sepanjang hari dibuka, pada saat-saat tertentu saat air pasang pengunjung dilarang memasuki daerah ini. Aku kesini pas sore hari jam 5 dan pagi hari jam 6 pagi lokasi ini dibuka, dan akan ditutup sekitar jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Masuk lokasi seruling samudra harus membayar lagi Rp. 2000 ke penjaga di sana.







catching the sun ^_^
momen semburan seruling samudera yang sempat kejepret...meskipun semburan ga seberapa besar tapi bunyinya aduhai
ini salah satu penjaga di seruling samudera...dia ngeliatin ombak dan kasih kode ke pengunjung bila ada ombak yang akan datang sehingga pengunjung bisa siap-siap memfoto semburan air yang keluar dari celah batu.


Pantai Buyutan :
Arah jalan menuju pantai Buyutan hampir sama dengan arah menuju pantai Klayar, dengan akses jalan yang lebih sempit dan berbatu, serta sulit mendapatkan lahan parkir. Akhirnya kita parkir di lahan sawah yang sudah mengering, karena memang menuju pantai buyutan ini melewati lahan persawahan warga. Meskipun medan berat, tetapi setara dengan keindahan yang didapatkan saat sampai di tujuan. Kemungkinan pantai ini akan segera dibangun dan dilengkapi infrastrukturnya, karena pas kita kesana jalan menurun menuju pantai sudah dibeton. 


akses jalan ke pantai buyutan
pantai kelihatan dari area persawahan warga..dan disawah mengering ini pula kita parkir.












jalan turun menuju pantai sudah dibeton...semoga semakin baik fasilitasnya.


Pantai Ngiriboyo & Sungai Maron :
Menuju pantai Ngiriboyo merupakan tantangan tersendiri buat pengemudi maupun penumpangnya, karena jalanan yang berbatu dan sempit, turunan serta kelokan yang curam merupakan kombinasi sempurna yang membuat penumpang mabuk darat…hehehehe. Pastikan kondisi mobil juga dalam keadaan fit, karena jangan-jangan nanti bisa turun ke area pantai tapi tidak bisa naik kembali karena jalannya memang curam banget. Pantai Ngiriboyo merupakan pantai berpasir hitam lembut dengan ombak yang besar, disarankan jangan mandi disini karena disini tidak ada penjaga pantainya. 



Pasir hitam dan ombak besar menambah eksotik-nya pantai ngiriboyo...kayak dua orang difoto atas ini....huehehehehe... tapi awas jangan berani berani renang disini ya....arusnya deras banget.


Yang membuat pantai Ngiriboyo ini special menurutku adalah sungai Maron yang bermuara di pantai ini, karena pemandangan sepanjang sungai bagus banget. Kami menyewa perahu motor Rp. 100.000 untuk menyusuri sungai ini selama kurang lebih 30 menit. Kalau enggak mau terlalu lama bisa kok, bayar separo saja dan jarak yang ditempuh juga separo saja. Sungai Maron ini juga sebagai tempat lomba dayung internasional lho, biasanya sekitar bulan November akan ada event internasional di adakan di sini.





pake vest dulu sambil nungguin perahunya dibersihin
siap berlayar...peace dulu





air sungainya yang hijau, pepohonan sekitar yang rindang... bikin sejuk hati dan pikiran ^_^

ujung sungai maron tempat muara terakhir menuju ke laut ngiriboyo


Pantai Banyu Tibo :
Tujuan terakhir kita kali ini adalah Pantai Banyu Tibo. Dinamakan pantai Banyu Tibo atau yang dalam Bahasa Indonesia artinya air jatuh, karena di pantai ini ada air terjun yang mengalir dari sungai di atas bibir pantai, unik banget. Bahkan kita bisa turun ke pantai tempat jatuhnya air terjun tersebut dengan tangga yang disediakan, tentunya dengan membayar/donasi sejumlah uang. Sayangnya pas aku kesana airnya masih pasang, jadi pengunjung dilarang memasuki area pantai yang ada air terjunnya. Jalanan kesini sebenarnya “lumayan” oke, tapi sempit banget, hanya bisa dilewati 1 mobil saja. Pertamanya kita bingung bagaimana caranya kalau papasan dengan mobil dari arah depan…masak harus mundur sampai jalan raya lagi karena jaraknya lumayan jauh (sekitar 2 kilometer), ternyata petugas di pintu masuk dengan petugas parkir di pantai saling kontak bila ada mobil yang akan keluar atau masuk.






ini sungai yang akhirnya jatuh ke laut banyu tibo

Jadi enam pantai dan 1 goa ini saja yang bisa kami kunjungi selama 2 hari di Pacitan… asyik dan seru. Dengan tiket masuk rata-rata sebesar Rp. 3.000 kecuali pantai Buyutan free, objek-objek wisata di Pacitan ini jangan sampai terlewatkan untuk para pencinta traveling….dijamin tidak akan kecewa. Sebenarnya apabila prasarana dan infrastruktur, khususnya jalan akses serta petunjuk/arah diperbaiki dan ditata, pastilah akan menjadi pemasukan yang besar dari bidang pariwisata di Pacitan ini.




Pulangnya mampir bentar di kota Pacitan buat makan siang, beli oleh-oleh, dan sedikit narsis...hehehehe.


makan siang mie ayam di mie ayam pak ischak yang katanya mantap..tapi menurutku biasa aja...emang ramai banget sih pengunjungnya...yaaaa selera kali yaa...hehehehe.  Ini letaknya di depan alun-alun pacitan, disebelah kanannya Masjid Agung Pacitan, persis sebelah kanannya Indomaret.


salah satu sudut alun-alun pacitan
 



tempat beli oleh-oleh rekomendasi warga pacitan...kecil tempatnya tapi lengkap


 
So guys…..kemana lagi kita selanjutnya ????


Date Route IDR
Jumat Bensin (150.000 dibagi ber-enam) 25,000
7-Nov-14 Makan malam (mie Jogja di Madiun) 13,000



Sabtu Bensin (200.000 dibagi ber-enam) 33,000
8-Nov-14 Tiket masuk Pantai Teleng Ria (5500 per orang, parkir 5000/mobil) 6,300

Sarapan + makan malam 25,700

(Beli ikan goreng + nasi putih sekalian untuk makan malam 154.000 dibagi ber-enam)

Tiket masuk Pantai Srau (3000 per orang, parkir 2000/mobil) 3,300

Ojek dari parkiran ke goa gong 3,000

Tiket masuk goa gong 5,000

Makan siang (Indomie goreng+teh hangat) 10,000

Beli gelang, cincin batu 100,000

Beli sale pisang + air mineral 30,000

Tiket masuk Pantai Klayar (3000 per orang, parkir 2000/mobil) 3,300

Penginapan di Klayar (300.000 dibagi ber-enam) 50,000



Minggu Sarapan (70.000 dibagi ber-enam) 11,700
9-Nov-14 Sewa perahu di Sungai Maron (100.000 untuk ber-enam) 16,700

Tiket masuk Pantai Banyu Tibo (2500 per orang, parkir 5000/mobil) 3,300

Makan siang (mie ayam pak Ischak) 11,300

Cemal-cemil (jagung+capucino) 8,000

Beli oleh-oleh (sale, keripik pisang) 30,000

Bensin (100.000 dibagi ber-enam) 16,700


405,300

***Jias..thank you atas beberapa foto-fotonya ya....beautiful shoot***